Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Lelengkah Halu’

Ini kali aku menguji,
tentang hidup diketinggian
sodagar adalah nama lama
yang masih kau dengungkan.
sementara cukong terdiam dengan mulut menganga dan tangan berseliweran.

Negeriku tercipta belantara asap
tanahku diperkosa penjejak
juga nafas anak-anak kota
bergemuruh dipersimpangan jalan

Kita harus berdiri!
berjalan dengan harapan
harus bernafas bersama anak-anak kota dan desa

Apa yang kau tunda?
tanaman semakin subur menjelma hutan penuh setan
kebun-kebun beralih nama menjadi pesakitan
yang dipaksa, diperas oleh semua cita-cita dan harapan

Inikah wajah baru indonesia?
cincin berjambrud milik mereka
inikah alur kompetisi curang?
yang sedang kau pertontonkan.

Kita harus berdiri!
diatas dua juta kilometer persegi tanah kami.

Bandung, 180110

Iklan

Read Full Post »

Disini aku berdiri
Beribu baris, bergaris-garis
Membentuk lapisan uzur

Sayatan pandang
Melingkar semata angin
Terarah tajam
Keinti ruang

Disini aku berdiri
Memantulkan lempengan cahaya
Yang menebar kearah semata angin

Menajamkan ingatan
Akan sesuatu lelah dikekang
Seiring bergantinya cahaya
Yang gemerlapan

2006

Read Full Post »

Didadaku, yang sudah bolong-bolong ini. Hampa dan terombang ambing oleh kenyataan. Ya, diantara relung yang gelap dan lembab di hati ini. Berlumuran lubang yang menganga. Berdiri terdiam dan kadang berjalan sempoyongan. Sosok yang kian renta oleh dendam akan rindu yang terkenang.

Andai sesuatu terjadi. Menggurat bersama seiring hati dan fikiran berlabuh dikenyataan. Di musim dingin ditempat tropis ini. Hujan yang kian menggariskan kenyataan bahwa sesungguhnya hati seseorang yang sedang berjalan ditengah hujan lebat belum juga sembuh dengan luka yang begitu parah. “Bertahun-tahun aku terdampar ditempat ini. Ditempat dimana kenyataan seperti semu. Lahiriah suram oleh kenyataan yang maya. Yang terdiam dibatin dan fikiran yang rentan dan goyah”.

Sosok lelaki kurus dan pucat. Dengan bibir terkatup terdiam di bawah pohon harapan. Tak sanggup memanjat harapan-harapan yang menunggu dicabang-cabang lain. Dia hanya terfokus, oleh satu ranting terjal kecil yang sebenarnya sudah mulai tua dan menguning. Tapi ranum dimatanya yang sendu begitu tajam. Tetap memilih ingin memetiknya. Karena itu bagian dari harapannya. Akan sebuah kesempurnaan dari ciptaannya.
I’m still living for tomorrow…. Menyayat hatinya.

Read Full Post »

Hiasan kata yang berkeping, seiring nada yang menghilang, aku masih berdiri
Menatap sunyi yang tak jua pernah pergi..
Tak ingin aku terperdaya seperti ini
walau kuakui aku tak mampu melangkah pergi dari sunyi yang kian mengiris hati.

Kegaduhan semu yang terletang di hari panjang, adalah suara aneh yang terus melingkari keadaanku.
Tak pernah, aku bosan menyusuri hidup dengan sebatang pohon kering di gurun tandus, yang tak pernah tersiram dengan kesucian air telaga yang selama duapuluh dua tahun sembunyi dibalik kerudung yang tak pernah ku sentuh.

Sungguh,
aku tak mau engkau berlari menjauh, tak sanggup aku mengejar kerinduan ini
Tak sanggup aku mengenang perkenalan ini
Dan tak sanggup aku terus di penjara sunyi yang kian abadi

Hari-hari berlalu menembus cermin bisu yang menggeser warna rambut dan kalender
Satu-satu berganti dengan lembaran semu
Satu-satu berganti dengan lembaran baru

2009

Read Full Post »

berterimakasihlah pada harapan,
karena itu engkau dapat menemukan keinginan.

berterimakasihlah pada harapan,
karena itu engkau mengetahui perjalanan.

berterimakasihlah pada harapan,
karena itu engkau memperlajari hal-hal tentang kebodohan.

berterimakasihlah pada harapan,
karena itu engkau memilikinya.

Zzz

Read Full Post »

Sia-sia sujud waktu terhitung
Dilempari cahaya dan bayangan
Menapaki janji-janji berulang
Tak akan diam!

Bahasamu ruh terluar dalam atmosfir kerelaan
Tepiskan kekhusuan yang rentan
Ditumbuk aliran keakuan
Tak akan diam!

Dipertengahan bayangan
Cahaya memancar ke palung terdalam
Menusuk atap kesucian yang diciptakan
Tak akan diam!

Sementara ubun-ubun tertikam
Sementara api terpadamkan
Sementara semua hilang
Tak akan diam!

Ada celah yang terpisahkan
Dari kekhusuan yang masih rentan
Terpancar panas yang menghangatkan

Berputar-putar berkelebat ke altar
Berputar-putar berkelebat ke cermin datar
Berputar-putar berkelebat ke udara
Diam-diam

O, Engkau tidak sendirian

Bandung, 07 Maret 2007

Read Full Post »

ATOMIC IDEA

Hentakan jariku menjadi tumpul. Entah kenapa, padahal yang ingin aku sambut begitu mengelitik mataku untuk lepas dari dekapan malam. Menghidupkan layar elektronikku untuk mencetak susunan huruf dan rangkaian kata yang menerkam jiwa.

Ku buat secangkir kopi hangat, saat sobat-sobatku menuai mimpi, atau sebagian menghela dzikir menembus keinginan. Senandung ayat suci menembus laring-laring palung sunyi. menggetarkan khusyu.
Asap rokok mengepul di jari kiri dekap telinga. Buku-buku disamping tempat aku berlarut dalam kehampaan setia berserakan. Sebagian terlipat dan tersiram debu puntung rokok. Hening… Bit-bit data dalam otak ini belum bergerak menuju loncatan arus kalimat syahdu.
Satu cinta!

Diamku bergejolak, warming up dari dapur abjad yang bergerombol.
Tentang Tuhan, hamba dan fasilitasnya, adalah komposisi dari susunan ideu yang terus mengucur, mengalir. Deras.

Keyakinan, Filsafat, Techno, Sejarah, Budaya dan syair-syair sepanjang masa adalah bekal dan amunisi dari muntahan jutaan kata dalam berbagai cerita.
Satu Cinta!,

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Read Full Post »

Older Posts »