Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Januari 15th, 2009

Didadaku, yang sudah bolong-bolong ini. Hampa dan terombang ambing oleh kenyataan. Ya, diantara relung yang gelap dan lembab di hati ini. Berlumuran lubang yang menganga. Berdiri terdiam dan kadang berjalan sempoyongan. Sosok yang kian renta oleh dendam akan rindu yang terkenang.

Andai sesuatu terjadi. Menggurat bersama seiring hati dan fikiran berlabuh dikenyataan. Di musim dingin ditempat tropis ini. Hujan yang kian menggariskan kenyataan bahwa sesungguhnya hati seseorang yang sedang berjalan ditengah hujan lebat belum juga sembuh dengan luka yang begitu parah. “Bertahun-tahun aku terdampar ditempat ini. Ditempat dimana kenyataan seperti semu. Lahiriah suram oleh kenyataan yang maya. Yang terdiam dibatin dan fikiran yang rentan dan goyah”.

Sosok lelaki kurus dan pucat. Dengan bibir terkatup terdiam di bawah pohon harapan. Tak sanggup memanjat harapan-harapan yang menunggu dicabang-cabang lain. Dia hanya terfokus, oleh satu ranting terjal kecil yang sebenarnya sudah mulai tua dan menguning. Tapi ranum dimatanya yang sendu begitu tajam. Tetap memilih ingin memetiknya. Karena itu bagian dari harapannya. Akan sebuah kesempurnaan dari ciptaannya.
I’m still living for tomorrow…. Menyayat hatinya.

Read Full Post »